0
“Ekaristi Puncak Pesta Famili HUT ke-76 Seminari Lalian dipimpin Uskup Atambua: Tegaskan Pentingnya Persaudaraan Sejati”

Lalian News – Rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Seminari Lalian ke-76 yang telah dibuka sejak 18 Agustus 2026, akhirnya memuncak dalam Perayaan Ekaristi pada Selasa (8/9/2026) pukul 18.00 WITA. Perayaan puncak Pesta Famili ini dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Pesta Famili Seminari Lalian merupakan perayaan tahunan yang menjadi momentum ungkapan syukur atas berdirinya Seminari Lalian. Kata “famili” menegaskan identitas seminari sebagai sebuah keluarga besar tempat para seminaris (calon imam), para romo, frater, suster, bapak dan ibu guru, staf pegawai, karyawan, alumni, donatur, sahabat kenalan, hingga orang tua murid hidup dan bertumbuh bersama dalam semangat persaudaraan.

Perayaan ini bukan sekadar pesta kemeriahan, melainkan memiliki makna spiritual dan komunitas yang mendalam sebagai bentuk rasa syukur atas sejarah panjang berdirinya seminari. Meski penuh dengan dinamika dan tantangan dari masa ke masa, atas kasih Tuhan dan perlindungan Bunda Maria Immaculata selaku pelindung seminari, lembaga ini tetap berdiri kokoh pada usianya yang ke-76 serta terus produktif melahirkan calon pemimpin Gereja dan masyarakat di masa depan.

Selain sebagai ucapan syukur, perayaan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan (communio) serta wadah mengasah potensi para seminaris. Mengusung tema “Kita Bersaudara”, kegiatan ini menjadi langkah Seminari Lalian untuk memupuk kembali semangat persaudaraan di kalangan para seminaris khususnya.

Dalam khotbahnya, Mgr. Dominikus Saku, Pr., menyampaikan bahwa persaudaraan sejati tidak hanya berhenti pada tataran jasmani atau biologis saja, melainkan harus sampai pada tataran rohani. “Di dalam Tubuh dan Darah Kristus kita telah dipersatukan, maka persaudaraan dalam Kristus ini harus terus dijaga dan berdaya guna dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Mgr. Dominikus Saku. Beliau menekankan bahwa Perayaan Ekaristi sangat penting bagi pengikut Kristus karena di sanalah kesatuan nyata dengan Kristus terjadi melalui kurban altar dan pewartaan Sabda. Iman yang benar akan Kristus, mempersatukan gereja dan berdaya mengubah untuk berbuah melimpah.

Di akhir Perayaan Ekaristi, Praeses Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses pembinaan di Seminari Lalian, teristimewa kepada Mgr. Dominikus Saku, Pr., selaku penanggung jawab utama dan bapa rohani seminari (Gembala utama). Rm. Hiro, pun kembali menegaskan pentingnya membangun persaudaraan di kalangan para seminaris khususnya, agar dapat bertumbuh menjadi pribadi yang diharapkan oleh orang tua, Gereja, dan bangsa.

Seluruh rangkaian acara puncak Pesta Famili berjalan lancar dan diakhiri dengan santap malam bersama. Adapun pengumuman hasil perlombaan dan puncak kemeriahan acara, rencananya baru akan digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Pantai Tanjung Bastian, sekaligus menutup bulan Rosario.

Melalui perlombaan dan perayaan ini, diharapkan tali persaudaraan dan semangat saling mendukung antar-civitas akademika semakin erat, sehingga tema “Kita Bersaudara” tidak hanya menjadi slogan sesaat, tetapi sungguh berdaya ubah dan menghasilkan buah yang nyata bagi kemajuan Seminari Lalian di masa depan. Tuhan memberkati.

Penulis: Lalian Literasi.@com.id.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait