LALIAN NEWS – Salah satu perlombaan yang tidak kalah seru dalam menyambut Pesta Famili Seminari Lalian ke-76 adalah lomba lawak. Perlombaan yang dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026 ini menjadi momen yang sangat baik bagi para seminaris untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam menyampaikan ide-ide kreatif secara spontan.
Lomba lawak sendiri merupakan ajang kompetisi seni komedi. Di sini, para peserta, baik perorangan maupun grup, memamerkan kreativitas, keahlian menyusun materi lucu, hingga penguasaan panggung untuk menghibur audiens dan juri. Perlombaan ini penting untuk mengasah kemampuan para seminaris dalam mengembangkan ide kreatif secara spontan serta membangun mental humoris dalam berkomunikasi. Sikap humoris ini sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat dan berkomunitas. Selain itu, lomba ini juga menjadi ruang yang baik bagi para calon imam masa depan untuk menyampaikan kritik sosial dan isu kehidupan sehari-hari.
Perlombaan yang berlangsung di Aula Seminari Lalian,tepat pukul 19.00 – selesai ini berjalan sangat seru dan penuh persaingan ketat, dengan tetap bernaung di bawah tema utama: “Kita Bersaudara”. Penampilan para peserta dinilai oleh tiga orang juri yang kualifikasinya tidak perlu diragukan lagi, yaitu Fr. Aldo Atamukin, Fr. Ari Tefa, dan Fr. Aron Seran. Setelah menilai seluruh penampilan, tim juri akhirnya memutuskan tiga kelompok sebagai pemenang, yaitu:
Juara I: Kelompok 2
Juara II: Kelompok 12
Juara III: Kelompok 6
Seluruh peserta yang terdiri dari 12 kelompok Pesta Famili menerima keputusan juri dengan penuh rasa sportif sebagai wujud unjuk kemampuan dalam berkompetisi. Acara secara keseluruhan berlangsung dengan baik, lancar, dan sangat meriah. Para pendukung yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memberikan semangat kepada kelompoknya masing-masing.
Melalui perlombaan ini, diharapkan semakin banyak seminaris yang mampu menyampaikan ide-ide kreatif dan spontan untuk mengisi acara-acara di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang baik dalam membentuk mental percaya diri serta kreativitas para seminaris untuk tugas dan karya pelayanan mereka kelak.
Penulis: Eugenius Leto



