WhatsApp Image 2026-09-02 at 4.09.54 PM (1)
“Memupuk Kekompakan dan Semangat Persaudaraan melalui Lomba Tarik Tambang dan Lari Karung”

LALIAN NEWS— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-76, Seminari Lalian kembali menggelar rangkaian perlombaan yang seru dan meriah pada Selasa, 2 September 2026. Sebanyak dua belas kelompok pesta famili Seminari Lalian saling beradu kemampuan dalam dua cabang perlombaan sekaligus, yaitu tarik tambang dan lari karung, yang berlangsung di lapangan bola kaki Seminari Lalian pukul 15.00 hingga 17.00 WITA.

Perlombaan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata, melainkan sarana untuk membangun keterampilan kerja sama atau communio. Tarik tambang dipilih untuk melatih irama, kekompakan tim, daya tahan, serta kesabaran dalam menahan tekanan. Sementara itu, perlombaan lari karung yang diwarnai aksi jatuh-bangun mengajarkan nilai kerendahan hati, kegembiraan sederhana, serta kesiapan untuk bangkit kembali tanpa rasa malu.

Setelah melalui persaingan yang sengit dan penuh antusiasme dari para peserta, panitia pesta famili mengumumkan kelompok-kelompok yang keluar sebagai pemenang.

Juara Tarik Tambang:

Juara I: Kelompok 5 (St. Petrus)

Juara II: Kelompok 11 (St. Aloysius Gonzaga)

Juara III: Kelompok 3 (St. Yohanes Paulus II)

Sedangkan,

 Juara Lari Karung:

Juara I: Kelompok 8 (St. Mikhael)

Juara II: Kelompok 1 (St. Expedito)

Juara III: Kelompok 9 (Sta. Theresa)

Juara IV: Kelompok 11 (St. Aloysius Gonzaga)

Juara V: Kelompok 5 (St. Petrus)

Juara VII: Kelompok 6 (St. Carlo Acutis)

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh sukacita. Melalui perlombaan ini, diharapkan tali persaudaraan dan kekeluargaan di antara para seminaris khususnya, semakin erat, sejalan dengan tema pesta famili tahun ini, yaitu “Kita Bersaudara”.

Penulis: Ricardo Banase

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait