1
“Penampilan Memukau Gitar Ansambel dari Seminari Lalian Warnai Puncak Acara Syukur Perak Imamat Pater Goris Pontus, OFM.”

KEFAMENANU, Jumat (21/8/2026) – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti perayaan Syukur Perak Imamat Pater Goris Pontus, OFM, yang berlangsung di Gereja Paroki Sta. Theresia Kefamenanu, Keuskupan Atambua. Puncak acara yang digelar pada Jumat sore ini tidak hanya menjadi momen refleksi atas 25 tahun perjalanan pastoral sang imam Fransiskan, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi talenta muda Gereja, khususnya dari SMA Swasta Seminari Lalian.

Acara yang sarat makna ini diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Dalam perayaan Ekaristi yang khusyuk itu, Mgr. Saku didampingi oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM., Mgr. Aloysius Murwito, OFM., serta puluhan imam konselebran dari berbagai tarekat dan keuskupan. Kehadiran para biarawan dan biarawati dari persaudaraan Fransiskan, kerabat dekat, serta umat yang memadati tempat ibadah menjadikan perayaan ini terasa semakin istimewa dan penuh sukacita.

Misa yang berlangsung sejak pukul 16.00 Wita tersebut berjalan dengan lancar hingga memasuki sesi ramah tamah. Namun, kemeriahan tak berhenti di situ. Selepas misa, acara syukuran dilanjutkan dengan pentas seni yang menjadi kejutan manis bagi Yubilaris. Sorak-sorai dan decak kagum penonton langsung pecah saat para siswa SMA Swasta Seminari Lalian naik ke panggung. Mereka adalah 17 orang remaja putra yang terdiri dari perwakilan Kelas XI dan Kelas XII.

Dengan formasi lengkap dan busana rapi, mereka membawakan permainan Gitar Ansambel yang sangat memukau. Dalam satu rangkaian medley, mereka sukses membawakan lima lagu secara apik, memadukan harmoni petikan gitar yang indah dengan dinamika musik yang menggugah. Penampilan mereka bukan hanya sekadar hiburan, tetapi merupakan persembahan spesial dari para seminaris muda untuk senior mereka, Pater Goris, yang dianggap telah menjadi teladan dalam kesetiaan menjalankan tugas pastoral dan hidup panggilan selama dua puluh lima tahun terakhir.

Di balik penampilan yang solid dan profesional itu, terdapat sosok pembina yang tak bisa dilepaskan. Diketahui, para siswa ini merupakan “besutan” atau hasil didikan langsung dari Rm. Filto Bowe, Pr dan Fr. Ari Tefa. Kedua pembina ini disebut-sebut telah melatih para siswa dengan disiplin dan ketekunan, sehingga mampu menampilkan permainan ansambel yang tidak hanya harmonis secara teknis, namun juga menyentuh emosi para hadirin yang menyaksikan.

Suasana haru terlihat jelas di mata Pater Goris Pontus, OFM, saat menyaksikan penampilan tersebut. Dalam sambutannya yang singkat, beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dukungan doa dan kerja keras semua pihak. Kehadiran para uskup dan puluhan imam konselebran juga semakin mengukuhkan bahwa perak imamat ini bukan hanya milik Pater Goris Pontus, tetapi menjadi berkat bagi seluruh umat.

Acara ramah tamah pun berlangsung meriah. Perak Imamat Pater Goris Pontus, OFM, pada tahun 2026 ini akan selalu dikenang tidak hanya sebagai perayaan kedewasaan imamat, tetapi juga sebagai bukti bahwa generasi muda Gereja, melalui didikan yang baik, mampu menjadi bagian penting dalam merayakan sukacita Gereja.

Penulis: Alfa Manek dan Sofri Berek

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait