jadi
“Semarak Lomba Musikalisasi Puisi Pesta Famili Seminari Lalian ke-76: Panggung Berekspresi dan Mengasah Bakat Seni Seminaris”

LALIAN NEWS – Suasana kemeriahan Pesta Famili Seminari Lalian ke-76 makin terasa hangat lewat gelaran lomba musikalisasi puisi yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026. Ajang ini menjadi wadah yang sangat tepat bagi para seminaris untuk menguji keberanian sekaligus menampilkan kebolehan mereka dalam memadukan nada dan kata secara kreatif.

Musikalisasi puisi sendiri merupakan wadah kompetisi seni pertunjukan yang menuntut para peserta, baik secara perorangan maupun kelompok, untuk mengolah kreativitas, menyusun nada yang harmonis, menafsirkan isi puisi, serta menguasai panggung demi menyuguhkan pertunjukan yang berkesan bagi penonton dan juri.  Kegiatan ini dipandang penting untuk membentuk jiwa seni dan mengasah kemampuan komunikasi para calon imam. Sikap sensitif terhadap seni serta rasa empati sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berkomunitas. Tak hanya itu, lewat alunan puisi dan musik, para seminaris juga memiliki ruang untuk menyampaikan kritik sosial serta merefleksikan dinamika kehidupan sehari-hari.

Mengangkat tema utama “Kita Bersaudara”, perlombaan yang bertempat di Aula Seminari Lalian ini menyajikan persaingan yang sehat dan penuh semangat. Kualitas setiap penampilan dinilai langsung oleh tiga juri berpengalaman, yakni Fr. Aldo Atamukin, Fr. Ari Tefa, dan Fr. Aron Seran. Berdasarkan kriteria penilaian yang objektif, dewan juri menetapkan tiga tim terbaik sebagai pemenang:

Juara I: Kelompok 9

Juara II: Kelompok 12

Juara III: Kelompok 6

Sebanyak 12 kelompok Pesta Famili yang berpartisipasi menunjukkan sikap sportif dengan menerima seluruh keputusan dewan juri secara lapang dada. Rangkaian acara terlaksana dengan lancar dan meriah berkat riuh dukungan dari para penonton yang antusias menyemangati perwakilan kelompoknya.

 Melalui kegiatan ini, diharapkan para seminaris makin terbiasa menyumbangkan gagasan kreatif dan berani tampil dalam berbagai agenda di masa depan. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membina rasa percaya diri dan mentalitas kreatif para seminaris guna menunjang tugas pelayanan mereka kelak.

Penulis: Egenius Leto

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait