Lalian News – Untuk kesekian kalinya, SMAS Seminari Lalian menggelar kegiatan tukar majalah dinding (mading) dalam bahasa Inggris bersama SMPK St. Don Bosco Atambua. Pada Sabtu (5/9/2026), seorang guru pendamping bersama lima murid (sebagai OSIS) perwakilan dari SMPK St. Don Bosco Atambua, mendatangi SMAS Seminari Lalian untuk mengantarkan mading Bahasa Inggris.
Dalam kesempatan kali ini, teman-teman dari SMPK St. Don Bosco mengusung tema “Firman Tuhan adalah Terang bagi Jalan Hidup Kita”. Tema yang berakar dari Mazmur 119:105 ini dinilai sangat penting karena memberikan kompas moral dan navigasi hidup bagi para murid di tengah masa transisi remaja. Dalam fase perkembangan ini, remaja sering kali dihadapkan pada pergaulan yang kompleks, tekanan sebaya, serta berbagai pilihan moral. Firman Tuhan hadir sebagai petunjuk arah yang objektif untuk menerangi pikiran dan hati mereka, sehingga mereka mampu membedakan mana yang baik dan buruk serta mengambil keputusan yang bijak.
Kedatangan teman-teman dari SMPK St. Don Bosko Atambua, yang diwakili seorang guru, Bapak Antonius Elu, S.Pd., dan pengurus OSIS dari SMPK St. Don Bosco (Ketua OSIS : Alexa Teresa Avilla Tahoni, Wakil ketua : Kristiany Rosa Soares, Sekretaris : Maria Grace Natalia Lau, Bendahara : Olivia zifa Fina Ziraluo, Pengurus Mading : Lorenco Aty Mau), disambut langsung oleh Kepala SMAS Seminari Lalian, Rm. Drs. Hironimus Masu, Pr., S.Pd., bersama perwakilan OSIS SMAS Seminari Lalian (Ketua: Stefanus Gerard Seran, Sekretaris: Eugenius Leto dan Pengurus Mading Bahasa Inggris: Kendy Manek). Menanggapi mading tersebut, pihak SMAS Seminari Lalian pun mengusung tema “Bunda Maria, Bunda Para Calon Imam”. Tema ini diangkat untuk menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Seminari Lalian ke-76 yang berpelindungkan Maria Immaculata, sosok yang dihormati sebagai pelindung para calon imam.
Usai bertemu dengan Kepala Sekolah SMAS Seminari Lalian, pengurus OSIS SMAS Seminari Lalian mengajak rombongan SMPK St. Don bosco berkeliling di sekitar lingkungan sekolah. Sambil berjalan-jalan, mereka saling berbagi cerita tentang suka dan duka dalam menulis artikel serta proses publikasi mading, khususnya yang menggunakan bahasa Inggris.
Perjumpaan yang penuh arti ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ucapan salam perpisahan untuk bertemu lagi di lain kesempatan. Melalui kerja sama mading berbahasa Inggris ini, diharapkan para peserta didik semakin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Tidak hanya sebatas memahami teori, tetapi siswa juga diharapkan mampu menerapkannya dalam komunikasi sehari-hari (speaking), sebagai upaya menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di lingkungan sekolah dan bukan lagi sekadar bahasa asing.
Penulis: Kendi Manek




